Kunjungi Dan Temukan Terasering Indah, Paralayang Dan Jembatan Cinta Di Majalengka

MAJALENGKA, Jawa Barat
Kementerian Pariwisata melalui Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Majalengka, bersama Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Jawa Barat kunjungi sejumlah tempat wisata yang ada di Kabupaten Majalengka.

GenPI adalah komunitas netizen (termasuk blogger) yang suka Pariwisata. Buat kamu yang suka piknik, suka kulineran, suka foto atau jalan jalan ke destinasi wisata cocok banget nih… Genpi sifatnya relawan dan komunitas ini dibentuk oleh Kementerian Pariwisata RI.

Dengan kompak dan sepakat moment ini bertemakan “GenPI goes to Majalengka” donkrak sejumlah wisata yang ada di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Generasi Pesona Indonesia (GenPI) yang hadir yaitu, Pengurus GenPI Jawa Barat, dari Bandung, Majalengka, Kuningan dan Cirebon sengaja kunjungi sejumlah wisata di Kabupaten Majalengka seperti bukit pesawahan terasering Panyawean yang indah di Argapura, Paralayang di Gunung Cipanten, Situ Cipanten di Gunung Kuning – Sukahaji, dan Wisata Talaga Pancar di Leuwimunding.

Saat berkunjung di Situ Cipanten, Desa Gunung Kuning disambut baik oleh ketua Karang Taruna yang selama ini dipercaya dalam mengelola tempat wisata tersebut. Dirinya menjelaskan sejarah asal Situ Cipanten hingga bisa dijadikan objek Wisata di Kabupaten Majalengka.

“Awalnya ada sumber tujuh mata air dan ini telah diketahui sejak tahun 1973, namun tadinya ini adalah embung (penampungan air) yang sengaja dibuat sebagai sumber kehidupan masyarakat sekitar. Seperti dipakai mandi, minum, dan cuci juga akan mengairi aliran pertanian hingga di empat Kecamatan.” kata, Yosef.

Menurut dia, karena ini terlihat tak terurus akhirnya pada 2016 kami sepekat berinsiatif menjadikan tempat ini sebagai tempat wisata tanpa merusak alam yang ada disekitar dan wisata inipun juga mendapat dukungan dari Pemerintahan melalui Desa yang secara langsung telah diagendakan di musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbang).

Dari keterangan Yosef, luas area wisata 1.5 hektar ditambah cagar alam hutan lindung seluas 2.5 hektar, dengan harga tiket masuk hanya Rp. 5 ribu setiap harinya kecuali anak berusia SD gratis dan terdapat banyak wahana dalam berwisata disini salah satunya yang menarik adalah Jembatan Cinta dan tercatat jumlah pengunjung yang sering berkunjung biasanya berasal dari wilayah terdekat seperti Cirebon dan Indramayu, setiap biasa sekitar 50-100 orang dan hari libur besar sekitar 4000 pengunjung. ** (Sigit)