Melirik Usaha Produksi ‘Kerupuk Melarat, Mahasiswa Ini Berinisiatif Bikin Mesin Peniris

Lifestyle, Kabarkaltara.com –
Untuk meminimalkan kandungan minyak, sangat sulit dilakukan secara manual karena sebagian besar makanan bersifat renyah sehingga tidak dapat dipress yang berpengaruh pada keawetan kandungan minyak pada makanan yang dikemas.

Dedi Sudrajat, Mahasiswa UNMA Fakultas Teknik saat menjalani Kuliah Nyata Mahasiswa (KNM) di Desa Rancajawat, Kecamatan Tukdana – Indramayu. Melihat keseharian warga yang sebagian bekerja membuat aneka makanan ringan produksi Kerupuk Melarat berinisiatif untuk membuat mesin peniris sederhana bertujuan meningkatkan kualitas produksi olahan warga.

Dedi Sudrajat menerangkan, selama satu bulan terhitung dari tanggal 01 Agustus – 01 September mencoba membuat fungsi dari mesin peniris untuk mengurangi atau menghilangkan kandungan minyak pada makanan ringan hasil gorengan.

“Maka dilakukan sebuah proses perancangan mesin peniris sederhana yang cocok digunakan pada industri rumahan dengan daya listrik kecil dan kapasitas mesin yang kecil pula,” bebernya. Senin (10/9).

Dedi menjelaskan, untuk mendapatkan ide-ide perancangan mesin peniris ini dilakukan proses brainstorming dengan berbagai pihak agar ide yang diperoleh semakin banyak dan hasil brainstorming diolah menjadi data jadi menggunakan metode weighted obyektif, dalam melakukan proses perancangan ini digunakan software Solidworks dan Catia untuk menghasilkan gambar desain mesin peniris dalam bentuk 2D dan 3D.

“Hasil perancangan ini adalah sebuah desain mesin peniris minyak sederhana dengan kapasitas 3 kg, menggunakan motor listrik dengan daya sebesar 1 hp, seharga Rp 1.800.000,-” bebernya.

Dari itu, tambah dia, Mesin peniris ini menggunakan gaya sentrifugal untuk meniriskan minyak. Cara kerjanya yaitu makanan ringan akan diputar di dalam tabung peniris sehingga minyak akan tertiris dan keluar melalui lubang pada tabung peniris.

“Dengan harapan, mesin peniris ini proses pembuatan makanan ringan akan lebih ringan kerjanya dan dapat meningkatkan produktifitas kerja dengan hasil yang berkualitas seiring pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) memacu terciptanya berbagai peralatan atau mesin.”pungkasnya.

Kades Rancajawat, Mamet S.Sos, mengapresiasi ide kreatif peran mahasiswa UNMA yang turut memikirkan sekaligus berinisiasi untuk mendukung serta membantu potensi yang ada untuk meningkatkan hasil produksi usaha warga kami. ** (Sigit)

300 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *